Logo Saibumi

Simak, Inilah Manfaat Pemakaian Gas Bumi Untuk Rumah Tangga

Simak, Inilah Manfaat Pemakaian Gas Bumi Untuk Rumah Tangga

Para tim pemasangan Jargas PGN di daerah Jl. Panglima Polim, Bandar Lampung beberapa waktu lalu.

Saibumi.com, Bandar Lampung - Pembangunan energi terbarukan Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk rumah tangga (Jargas) saat ini mungkin belum keseluruhan masyarakat paham akan manfaatnya. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang masih'awam' mendengar gas bumi disalurkan langsung ke rumah-rumah, padahal jika kita paham proses penyalurannya tentu justru pemikiran akan berbalik kalau jargas akan lebih aman dipakai. 

Penjelasan lengkapnya, dipaparkan langsung oleh Sales Area Head PGN Lampung Wendi Purwanto saat ditemui dikantornya, Selasa 14 November 2017. Ia menjelaskan, Memang saat pertama PGN masuk ke wilayah Lampung banyak kendala yang dialami, terutama terkait pemahaman masyarakat atas pemanfaatan gas bumi yang bisa disalurkan ke rumah tangga.

"Ada yang takut meledak, ada kalau terjadi resiko langsung cepat merambat karena dari gas, ditambah lagi saat pemasangan memang awalnya pasti merusak jalan yang membuat warga terganggu mobilitasnya sampai masalah cuaca,"ujar Wendi saat ditemui.

Namun, awalnya ia melihat berbagai kendala tersebut sebagai hal yang wajar karena masyarakat belum paham bagaimana cara penyalurannya gas bumi ini sampai ke rumah mereka. 

Secara detail ia menjelaskan, awal gas bumi berawal dari sumber transmisi Tekanan Tinggi (TT) sebesar 50 bar. Kemudian, disalurkan ke stasiun offtake menuju pipa ke Tekanan Menengah (TM) diturunkan tekanan hingga 16 bar. 

Setelah tekanan mencapai 16 bar, tekanan diturunkan lagi menjadi 1-2 bar dan posisi inilah yang dipakai pelanggan hotel/jasa/restoran. "Dan, untuk mencapai ke masyarakat atau ke rumah tangga, tekanan diturunkan lagi paling rendah menjadi 0,03 bar melalui saluran PE atau Poly Ethelene,"jelasnya. 

Wendi melanjutkan, setelah 4 kali tekanan diturunkan saat sudah pada tekanan 0,03 bar inilah posisi paling rendah dan aman disalurkan ke rumah tangga. Jika dibandingkan dengan gas/elpiji yang dipakai sekarang tekanan 6 bar baik gas 12 kg atau 3kg, tekanan gas bumi lebih rendah hanya 0,03 bar. Inilah yang membuat gas bumi lebih aman. "Hanya saja masyarakat belum banyak  paham,  kalau selama ini pakai elpiji menyimpan tekanan 6 bar dirumahnya dan risikonya tentu potensi lebih besar,"urainya. 

Manfaat keamanan selanjutnya, dalam penyaluran jaringan gas bumi ke rumah tangga juga tidak perlukan regulator karena sudah dari jaringan jadi meminimalisir terjadinya kebocoran gas akibat regulator. 

Perlu dipahami juga, sifat alami dari gas bumi lebih ringan dari udara. Jadi jika terjadi kebocoran akan lebih cepat menguap ke udara, bukan mengendap ke bawah yang memicu resiko lebih besar. 

Selanjutnya, untuk gas bumi yang disaluran ke rumah tangga diberi zat kimia pembau atau odorant tetapi tidak beracun yang tujuannya untuk pendeteksi jika terjadi kebocoran gas. "Jadi saat terjadi kebocoran gas, masyarakat sudah lebih cepat tahu tercium dari bau gasnya,"katanya. 

Kemudian, antisipasi jika terjadi kebocoran gas setiap rumah diberikan 3 kartu pengaman. Pertama ada di kompor, keran sebelum kompor dan keran pencabangan pipa jaringan distribusi gas. Nantinya masyarakat sudah bisa secara lokal menutup kebocoran, tidak harus satu jaringan seluruhnya ditutup. Atau kalau masyarakat bingung atau takut ambil tindakan bisa langsung hubungi call center PGN 1500645 yang akan deteksi penyebab kebocoran.

"Karena penyebab kebocoran bisa dari berbagai faktor, kalau bocor karena masalah jaringan akan langsung diperbaiki dari PGN," jelasnya. 

Selanjutnya, dari sisi efisiensi pemakaian jargas dibandingkan gas 12 kg efisiensinya 1:3, sedangkan jika jargas dibandingkan gas 3 kg efisiensinya 1:2. Tentunya,  khusus masyarakat menengah kebawah sangat membantu untuk meringankan biaya hidup. (*)

Kuota Pemasangan Jargas di Lampung Terbesar se- Indonesia

JIKA pemasangan jargas daerah lain hanya mendapat kuota sekitar 5.000 rumah, Lampung mendapat kuota hingga 10.321 rumah tangga dengan pemasangan PE atau Poly Ethelene hingga 184.024 meter hingga akhir tahun 2017. 

"Lampung menjadi wilayah mendapatkan kuota Jargas terbesar se-Indonesia hingga 10.321 rumah tangga dengan pemasangan PE 184.024 meter yang terbagi dalam 16 sektor wilayah,"ujar Sales Area Head PGN Lampung Wendi Purwanto.  

Untuk setiap sektor ada 1 mesin yang bisa mengaliri jargas hingga ke 2.000 rumah. Jadi, kapasitas mesin juga tidak bekerja secara overload dan dapat beroperasi lebih maksimal. 

Hal ini memang tidak terlepas dari upaya Pemprov,  Pemko hingga unsur masyarakat terkecil hingga ketua RT mensosialisasikan manfaar jargas untuk masyarakat. Meski memang belum keseluruhan, tetapi menjadi progres awal pertama yang cukup melegakan. 

Dalam upaya sosialisasi jargas, tahap awal memang sudah pemasangan keseluruhan jaringan dengan target selesai hingga akhir tahun 2017. Nantinya, sebelum penyaluran gas bumi juga akan diadakan lagi tahap sosialisasi untuk mengoprasionalkannya. 

Dalam prosesnya memang belum semua rumah dapatkan pemasangan jargas. Dan, tahun depan dalam pengajuannya ke Kementerian ESDM juga belum pasti realisasinya. "Jadi setelah program pemasangan jargas tahun ini selesai, masyarakat bisa pasang tetapi dengan biaya sendiri tanpa subsidi dari pemerintah,"ujarnya. Estimasi biaya yang dikeluarkan masyarakat setelah program Jargas subsidi tahun ini dari pemerintah selesai berkisar antara Rp 3 juta - Rp 5 juta per sambungan setiap rumah. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com, Yunike Purnama Putri. 

 

 

 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Sample Fixed Banner