Logo Saibumi

Italia Meratapi Kegagalan Tim Azzuri ke Piala Dunia 2018

Italia Meratapi Kegagalan Tim Azzuri ke Piala Dunia 2018

Para pemain Italia meluapkan kesedihan mereka seusai laga kedua putaran playoff Piala Dunia 2018 zona Eropa melawan Swedia berakhir imbang tanpa gol di Stadion San Siro, Milan, Italia, Selasa | Reuters

Saibumi.com, Milan – Untuk pertama kalinya setelah 60 tahun selalu berpartisipasi, Tim Azzuri Italia harus merelakan tiket putaran final Piala Dunia 2018 kepada Swedia, setelah hanya bermain imbang 0-0 pada leg kedua babak playoff, di Milan, Selasa dinihari WIB.

Kegagalan Gianluigi Buffon dkk ini dianggap menjadi duka terdalam dunia olahraga Italia.

Pers Italia pada Selasa meratapi kegagalan skuat tim nasional sepakbola mereka lolos ke Piala Dunia dan menyebutnya sebagai malapetaka olahraga.

"Italia, ini kiamat," menurut sebuah tajuk utama di situs olahraga harian Gazzetta dello Sport sesaat setelah pertandingan imbang 0-0 pada Senin (13/11) malam setempat melawan Swedia di laga kedua putaran playoff Piala Dunia 2018 zona Eropa.

Hasil imbang tanpa gol tersebut membuat Swedia lolos berkat kemenangan 1-0 di laga pertama pada Jumat 10 November 2017.

"Peluang yang terbuang, sedikit nasib buruk tetapi tanpa gol dalam 180 menit melawan Swedia, yang akan pergi ke Rusia," demikian Gazzetta mendakwa Italia kurang berusaha untuk lolos kualifikasi.

"Wasit menolak penalti, tetapi lawan kami seharusnya mendapatkan dua (penalti)," menurut koran tersebut.

Harian olahraga utama lainnya, Corriere dello Sport, menulis "Italia keluar dari Piala Dunia," dan menggarisbawahi betapa menyakitkan bagi negara itu hanya bertindak sebagai penonton Piala Dunia 2018 di Rusia pada Juni mendatang.

"Hanya dalam waktu beberapa bulan saja kita hanya akan menonton Piala Dunia: untuk pertama kalinya dalam 60 tahun kita tidak akan berpartisipasi," tulis harian tersebut.

"Itu adalah hal memalukan yang paling tidak bisa ditoleransi dalam sepakbola, noda yang tak bisa dihapuskan," tambah Corriere dello Sport.

"Semuanya berakhir. Kiamat, tragedi, malapetaka. Sebut apapun yang Anda mau, tapi tolonglah, izinkan kami berbicara tentang sistem yang tak berjalan: sepakbola kita dalam situasi krisis serius meski seharusnya tidak inferior terhadap Swedia ataupun Swiss."

Sebuah laman berita kiri-tengah, La Repubblica, menuliskan tajuk singkat: "Selamat Tinggal Rusia", sedangkan harian lokal Torino, La Stampa: "Petaka bagi Italia, kita tidak akan ke Piala Dunia." Demikian AFP.

Laga Pamungkas

 

Penjaga gawang kawakan tim nasional Italia, Gianluigi Buffon, bersimbah air mata. Pasalnya, laga itu sekaligus menjadi laga pamungkas Buffon berada di bawah mistar gawang timnas Italia.

Penjaga gawang bertabur prestasi itu menyudahi karir internasionalnya dengan cara yang cukup menyakitkan, gagal mengantar negaranya ke putaran final Piala Dunia 2018.

"Sungguh menyedihkan bahwa laga resmi terakhir saya untuk timnas Italia bersamaan dengan laga penentu kegagalan Italia mencapai putaran final Piala Dunia," kata Buffon sebagaimana dilansir laman Football Italia.

Bagi Buffon pribadi, kegagalan Italia melangkah ke Rusia juga menjadi pengganjal peluangnya mencatatkan rekor sebagai satu-satunya pesepakbola yang ambil bagian di enam putaran final Piala Dunia.

"Mengecewakan," kata kiper berusia 39 tahun itu sembari menangis kepada Rai Sport.

"Bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk sepakbola negeri ini, sebab kami gagal meraih sesuatu yang sangat penting bagi negeri ini. Itu satu-satunya penyesalan saya, bukan soal saya pensiun, itu sudah waktunya," ujarnya menambahkan.

Buffon juga menepis anggapan bahwa Italia menyepelekan Swedia dalam rangkaian playoff, terlebih menurut dia seluruh penggawa Italia tahu persis betapa sulitnya tantangan menghadapi defisit satu gol juga secara psikologis.

"Mungkin kami tidak mampu memperlihatkan yang terbaik, sangat disayangkan. Kami kehilangan energi dan ketajaman, namun Swedia tampil laiknya laga pertama. Playoff ini ditentukan berdasarkan insiden, yang berakhir baik bagi mereka dan tidak bagi kami," ujarnya.

"Jika insiden berdampak buruk bagimu, mungkin Anda andil melakukan kesalahan dan jika berakhir baik bagimu, itu artinya Anda mengupayakan keberuntungan," tambahnya. (*)

 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Sample Fixed Banner