Logo Saibumi

Ibu-ibu Peratin Bimtek ke Bali, Ini Tanggapan DPRD Lampung Barat

Ibu-ibu Peratin Bimtek ke Bali, Ini Tanggapan DPRD Lampung Barat

Wakil Ketua Komisi I DPRD Lampung Barat Harun Roni | Edi Saputra / Saibumi.com

Saibumi.com, Lampung Barat - Ibu-ibu Peratin pelisiran ke Bali yang dikemas dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) mendapat sorotan keras dari Komisi I  DPRD Lampung Barat, bahkan Dinas Pemerintahan Masyarakat dan Pekon (DPMPP) disarankan untuk tidak lepas tangan dengan masalah ini. 

"Kami sangat menyayangkan jika kegiatan bimtek ibu-ibu peratin ini, pak Games berbicara tidak tahu-menahu, seharusnya PMD selaku naungan pekon tahu dan mengerti akan kondisi dan keadaan pekon, jangan lepas tangan seperti itu dong, kan tidak etis. Memang kegiatan pekon bukan wewenang PMD untuk mengatur tetapi untuk memberi masukan dan saran itu wajib," kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Lampung Barat H.Harun Roni kepada Saibumi.com. 

Dia juga mempertanyakan para peratinnya yang berangkat ke Bali tahun lalu. Saat ini Ibu-Ibunya, apakah itu ada hasilnya yang bisa diterapkan di Lampung Barat? "Sebelum ibu-ibu peratin ini yang duluan kesana kan para pertain, nah saat ini apakah sudah bisa dilihat hasil para peratin itu kan belum ada yang diterapkan, terus hasil ibu-ibu apa bisa diterapkan untuk out put," ungkap Harun Roni lagi.

Untuk dana keberangkatan juga sangat besar mencapai Rp10 juta, sementara untuk dana anggota DPRD saja tidak sebesar itu. "Keberangkatan mereka ini juga dipihak ketigakan, seperti tahun lalu yang mengkoordinir adalah Ibu Ibrahim Amin, nah tahun ini jangan-jangan juga PMD yang koordinir, kalau PMD tidak tahu ini pasti ada apa-apanya," kata dia. 

Kalau hanya Ibu PKK yang berangkat apakah itu efisien, sementara SDM ibu-ibu Peratin itu berbagai macam latar belakang pendidikannya. "Kami anggota dewan saja tidak sendiri-sendiri di setiap komisanya, tetapi ada beberapa orang. Kalau ibu PKK saja apa nanti hasil bimtek bisa diserap sendiri dan bisa disampaikan kepada masyarakat sementara latar belakang pendidikannya berbeda, itu juga menjadi masalah," ungkap dia. 

DPRD selaku kontrol sosial hanya memberikan sumbang saran agar ke depan bisa di pertimbangkan. "Kami hanya memberi masukan untuk kedepan biar menjadi pertimbangan, dan PMD juga jangan lempar tanggung jawab tetapi mengarahkan yang baik adalah tupoksinya, jangan giliran ribut lepas tangan, saat adem-adem saja diam. Ini contoh tidak benar," kata Harun Roni. 

Sementara itu Ketua Apdesi Lampung Barat Juheri Iswanto juga selaku Peratin Pekon Way Tenong, belum bisa dimintai keterangan terkait bimtek ibu-ibu peratin ke Bali dihubungi via ponselnya di no: 0857-8808-9443, meskipun dalam keadaan aktif namun tidak diangkat. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Edi Saputra 


Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Sample Fixed Banner