Logo Saibumi

Ini Beda Gamolan, Cetik dengan Gamelan

Ini Beda Gamolan, Cetik dengan Gamelan

Gamolan yang dimainkan anak-anak usia dini | Anggun Tya Isworo / Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Alat musik khas Lampung, Gamolan, memang masih belum begitu dikenal masyarakat. Ada yang menyamakan Gamolan dengan Gamelan, karena namanya yang mirip, ada juga yang menyebutnya Cetik.

Hasyimkan, akademisi yang bergelut didunia seni, menjelaskan masalah perbedaan tersebut. "Gamolan dengan Gamelan itu beda. Gamelan itu dari Jawa, alatnya juga lengkap terbuat dari perunggu,” ujarnya.

Menurutnya, Gamolan dan Cetik adalah alat musik yang sama, hanya sebutannya yang berbeda.

"Kalau Gamolan dari Lampung Barat itu dari zaman dulu ya gamolan. Di Lampung Barat disebut Gamolan, di daerah lain juga disebut Gamolan. Kemudian pada tahun 1991 dibawa hijrah ke Bandar Lampung itu sejauh 200 km oleh seniman Lampung Barat. Yang di Bandar Lampung mereka sepakat untuk memberi nama Cetik. Namun mereka itu tidak tanya yang aslinya apa sih namanya. Kemudian dibawa pentas dikenallah sama orang Bandar Lampung, sama seniman dikasih nama Cetik. Seperti misal Kali Balok itu dulu Way Balau, kan kali itu way disebutnya. Pringsewu dulu Bambu Seribu diganti jadi Pringsewu," terangnya.

Dia mengaku juga sempat kebingungan mengungkap keberadaan Gamolan dan Cetik. Setelah melakukan penelitian, akhirnya dia mendapat sumber yang dirasa sangat jelas.

"Tadinya saya juga bingung, tapi ketika ada buktinya dari penelitian Prof. Margaret jelas. Ternyata sebelum itu, sudah diteliti tahun 1983 dan dalam bukunya yang disebutkan hanya Gamolan. Makanya saya mengkampanyekan nama itu, Gamolan," ujarnya.

Dari segi bahasa, Gamolan, Cetik dan Gamelan juga memiliki arti yang berbeda.

"Beda artinya, Gamelan itu untuk kesenian. Sedangkan Gamolan itu dari begamol, bergumul, berkumpul, untuk alat komuniksi zaman prasejarah. Dulu kan menggunakan kayu atau bambu sebuah. Satu buah nada, kalau lempengannya dibuang kan jadi satu nada, fungsinya alat komunikasi dulu, bukan hiburan. Setelah mereka kumpul baru hiburan. Kalau satu nada itu bukan alat musik, tapi alat komunikasi. Cetik, sebenarnya di Lampung itu cetik karena bunyinya tik, tik, kalau bambu juga sebenarnya bukan tik bunyinya kalau dipukul, tapi tong. Kalau di Bali artinya racun, tapi itu nama sesaat," jelas pria 45 tahun tersebut. (*)

Laporan Wartawan Saibumi.com Anggun Tya Isworo

 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Our Partner

PARTNER KAMI

suara.com
Menyelam di Pulau Komodo, Turis Singapura Hilang

Rinta Paul Mukkam hilang ketika melakukan diving di perairan Gillilawa Laut, di perairan Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (13/7) pukul 11.40 wita. K

Selain Perlancar ASI, Torbangun Juga Bisa Atasi Diabetes

Khasiat torbangun yang dapat mengatasi diabetes sudah dibuktikan secara ilmiah.

ITB Tanggung Biaya Korban Reruntuhan Batu Tempel

Semoga para mahasiswa yang mengalami kecelakaan dalam peristiwa ini segera pulih seperti sediakala.

Official dan Pemain Persija Sempat Kena Pukul Bobotoh

Insiden itu terjadi usai laga Persib melawan Persija

Sample Fixed Banner