Logo Saibumi

Keraton Yogya Bisa Seperti Solo

Keraton Yogya Bisa Seperti Solo

Ist

Saibumi.com, Yogyakarta  - Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Arie Sudjito, menengarai konflik internal di Keraton Yogyakarta bisa berakibat konflik besar hingga perpecahan, seperti di Keraton Kasunanan Solo. "Itu bergantung dari Sultan X sendiri dan adik-adiknya," ujar Arie, Senin 13 Juli 2015.

Menurut Arie, Sultan X harus melakukan pendekatan proaktif kepada adik-adiknya untuk meredam konflik tersebut. Begitu pula adik Sultan juga harus bisa melakukan dialog untuk menyelesaikan konflik yang ada. Jika masing-masing pihak bersikeras, konflik Keraton Solo akan terulang di Keraton Yogyakarta.

Diakui Arie, jika tidak ada pendekatan satu sama lain, momen-momen konflik seperti pengukuhan GBPH Prabukusumo menjadi Sultan XI akan terus bermunculan. Karena saat ini, kata dia, Keraton sudah mengalami pergeseran kepentingan karena pengaruh ekonomi dan politik. 

"Keraton sekarang bukan hanya soal status sosial ekonomi semata, tetapi juga pengelolaan aset. Di mana raja bukan lagi sebuah simbol kultural, tapi pengelola aset keraton yang luar biasa besar," katanya. 

Adanya paugeran, UU Keistimewaan itu merupakan justifikasi legal atas peran tersebut. Karena pergeseran itu, relasi kekeluargaan dalam Keraton juga mengalami perubahan. Di satu sisi ada adat istiadat Jawa, tapi sisi lain ada demokrasi. 

"Mestinya ada ruang negosiasi bersama. Jika tidak, konflik akan semakin memanas," ujarnya seperti dilansir dari Republika Online.

Diadu Domba

GBPH Prabukusumo mengaku sama sekali tidak tahu kalau dirinya diangkat sebagai Sultan Hamengku Buwono XI, oleh beberapa orang abdi dalam.

"Demi Allah Rosulullah saya tidak tahu sama sekali!! Dan ini bulan puasa Ramadhan. Tolong disampaikan teman-teman pers,’’ kata Gusti Prabukusumo kepada Republika, Minggu malam.

Dia justru merasa diadu domba . "Wah itu menyudutkan saya dengan saudara-saudara saya. Saya itu punya kakak-kakak dan adik-adik. Sama saja mengadu domba saya. Astaghfirullah. Makanya saya juga bingung kok mendadak seperti ini. Saya sama sekali tidak tahu menahu tentang hal ini. Kenapa saya dipojokkan terus?!?!?!," tuturnya menanggapi soal pengukuhannya sebagai Sultan HB XI.

Dia mengungkapkan suksesi HB itu ada paugeran (adat istiadat keraton). "Wah saya nggak mungkin to.. Kalau iya pun tidak sah," ujarnya saat ditanya apakah dia menyetujui pengukuhannya sebagai Sultan HB XI.

"Karena, Sri Sultan Hamengku Buwono X itu yang mengangkat berdasarkan rapat keluarga putra-putri HB IX didampingi sesepuh keraton. Romo-romo dan ibu-ibu (saudara-saudara dari Bapak)," imbuhnya.

Jadi siapapun yang menggantikan HB X nanti juga berdasarkan rapat yang sama. Karena HB X tidak mempunyai putra mahkota (pangeran Pati). Jadi Sri Sultan HB X tidak berhak mengangkat Putra Mahkota.

"Siapapun dari kami yang terpilih itu terkait dengan UU Keistimewaan DIY…Harus menyesuaikan. Waktu rapat keluarga dulu, calonnya ada empat dari masing-masing ibu yaitu putra tertua GBPH Hadikusumo, KGPH Mangkubumi, GBPH Pakuningrat. Secara aklamasi  memilih Kangmas KGPH Mangkubumi (red. yang sekarang menjadi Sri Sultan HB X)," jelas Gusti Prabu (sapaan bagi GBPH Prabukusumo). (*)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Our Partner

PARTNER KAMI

suara.com
Perancang Atap 'Terbang' Markas Apple, Bikin Kubah Geser Terbesar

Perancang kantor pusat Apple memiliki proyek baru membuat kubah geser terbesar.

Nissan Leaf Terbaru Bisa Dikendarai Hanya dengan Satu Pedal

Nissan Leaf generasi terbaru hanya punya satu pedal untuk gas dan rem.

Kelakar Jokowi Soal Tangga Keramat di Kampus UGM

Jokowi menghadiri Kongres ke-9 Pancasila di kampus UGM, Yogyakarta.

Ogah Naik Helikopter, Aksi "Ngambek" Putri Charlotte Bikin Gemas

Pangeran George dan Putri Charlotte ikut dalam tur kerajaan pada minggu ini.

Sample Fixed Banner